Artikel, Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Inspirasi dan Aspirasi dari Syarif Syahrial

Sabtu, 6 Februari 2016 bertempat di kafe Mix Diner & Florist Jl Margonda Raya Depok,
Dewan Pengawas Ikastara 2014-2019 berkesempatan melakukan silaturahmi dan sharing session dengan Direktur Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) yang saat ini dijabat oleh Syarif Syahrial, alumni SMA Taruna Nusantara angkatan ke-5.

Saat ini, beliau juga telah lulus seleksi untuk diusulkan ke Menteri Kelautan dan Perikanan serta Presiden RI agar dapat menjadi pejabat Eselon I di KKP. Proses seleksi yang panjang ini semoga berhasil manis.Semoga beliau dipilih oleh Bapak Presiden RI dan Ibu Susi Pudjiastuti utk memegang amanah sebagai salah satu Eselon I lingkup KKP.

Sebelumnya beliau menjabat sebagai
– Staf Khusus Menteri Perikanan dan Kelautan (2011-2013)
– Peneliti LPEM FEUI (2001-2009)
– Dosen FEUI (2005-2012)
– Ketua Umum IKASTARA 2008-2011

Acara silaturahmi diawali dengan perkenalan anggota DP Ikastara yang hadir dan dilanjutkan dengan sharing session.

Dalam sharing session ini Bang Syarif membagi pengalamannya sejak kuliah sampai dengan menjadi Direktur di KKP.

Perjalanan berliku dalam mencari jati diri dan bakat beliau temukan setelah berpindah dari jurusan Akuntansi ke Jurusan Ekonomi Pembangunan FEUI.Hobby dibidang matematika dan ilmu pasti makin terasah dan teraplikasi di jurusan ekonomi pembangunan, sampai mendapatkan IPK 4 di salah satu semester.

Salah satu pengalaman beliau yang menarik adalah selama menjadi ketua KANOPI FEUI semasa beliau berkuliah. Kejelian beliau dalam membaca dan memanfaatkan peluang telah terasah selama beliau menjabat sebagai ketua KANOPI FEUI. Beliau melihat bahwa jurnal penelitian belum banyak dipublikasikan di lingkungan FEUI dan hal ini beliau manfaatkan untuk mencari dana untuk operasional KANOPI FEUI. Sekretariat KANOPI FEUI juga dibangun dalam periode jabatan beliau.

Pembawaan beliau yang suka berteman dan berkomunikasi menghantarkannya untuk berkenalan dengan beberapa ekonom UI seperti Chatib Basri, Bambang Brodjonegoro, Suahasil Nazara, Muhammad Ikhsan, Robert Simanjuntak, Raksaka Mahi dan ekonom UI lainnya.

Di FE UI beliau mempelajari career path tokoh-tokoh tersebut untuk mendapatkan rekomendasi yang baik dari senior di FEUI. Perintisan karir beliau mulai dari menjadi asisten laboratorium.kemudian beliau melamar sebagai asisten dosen.Keberuntungan beliau dapat dengan antrian terdepan utk menjadi asisten dosen.kemudian beliau menjadi dosen FE UI. Disitu beliau mempelajari pula dunia pendidikan dan penelitian serta memperbesar networking. Dengan bekal itu, beliau menjadi peneliti di LPEM FEUI, salah satu lembaga ternama pencetak ekonom di Indonesia bentukan Prof Soemitro Djojohadisukumo. Alhamdulillah, beliau terpilih sebagai peneliti muda terbaik LPEM UI untuk diusulkan menjadi nominasi peneliti muda terbaik FEUI untuk kategori usia dibawah 30 thn. Dedikasi dan kerjakeras untuk mengajar, meneliti dan publikasi menjadi keseharian beliau.

Setelah beberapa tahun menjadi dosen UI, beliau memutuskan utk mencari tantangan baru. Suatu keputusan yg tidak mudah saat itu untuk meninggalkan dunia akademik yang digeluti selama ini. Bang Syarif Syahrial membangun lembaga riset ekonominya, menjadi konsultan ekonomi di beberapa lembaga donor, serta menjadi tenaga ahli di sejumlah kementerian. Bang Syarif membangun usaha keluarganya pula di bidang properti. Tahapan ini, kegiatannya sebagai konsultan ekonomi dan usaha propertinya berkembang dengan pesat. Ilmu dan networking pun terus beliau kembangkan.

Pada akhirnya ilmu dan networkingnya itu mengantarkannya utk presentasi tentang pembangunan desa di hadapan Pak Cicip Sutardjo. Melihat potensi Bang Syarif, Pak Cicip mengangkat Bang Syarif menjadi Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan.

Perkenalannya dgn Pak Cicip ini mengantarkan beliau utk mencicipi pengalaman politik di Partai Golkar dengan menjadi ketua litbang ekonomi. Tahun 2013, beliau dicalonkan untuk maju sebagai Caleg DPR RI melalui jalur hak prerogatif Ketum Golkar utk menentukan Caleg. Pada saat itu, beliau mengundurkan diri dari staf khusus Menteri untuk menghindari konflik etika. Setelah tidak terpilih jadi anggota DPR, beliau kembali menjadi konsultan ekonomi daerah di Provinsi NTT dan mengundurkan diri dari Golkar. Untuk membantu proses penguatan modal nelayan dan pelaku usaha kelautan dan perikanan, Bang Syarif hingga saat ini memilih pengabdian menjadi salah satu direktur di KKP sampai sekarang.

Bang Syarif juga menekankan pentingnya berteman dengan siapa saja untuk memperluas network. “Jika kita tidak suka dengan seseorang, maka menjauh saja, tidak perlu menjadikannya musuh.” Beliau juga menambahkan sebagai orang baik kita harus mempunyai strategi dalam bertindak. Orang jahat saja punya strategi maka supaya tidak kalah dengan orang jahat, orang baik pun harus punya strategi dalam berbuat kebaikan.

Bang Syarif berpesan kepada semua anggota Ikastara yang hadir bahwa apapun profesi kita dan di manapun kita bekerja kita harus berkarya sebaik mungkin, sampai tuntas, dan kalau bisa memberikan yang lebih. Beliau juga mengutip kata yang beliau dengar dari Bang Yusa, Ketua OSIS SMATN angkatan IV, bahwa mutiara akan tetap menjadi mutiara meskipun ditempatkan di tempat berlumpur.

Dalam sesi sharing-nya, Bang Syarif juga berkomentar bahwa kita boleh saja tidak ambisius. Akan tetapi kita sebagai golongan 1% rakyat Indonesia yang bisa merasakan bangku kuliah, harus memikirkan bagaimana setidaknya orang di sekitar kita tidak kelaparan. Bermanfaat bagi orang di sekitar kita.

Saat menutup sesi sharing-nya, Bang Syarif memberikan semangat kepada semua alumni yang hadir. Menurut beliau semua tantangan dalam berkarier pasti bisa disiasati. Hal penting yang harus kita lakukan adalah memenuhi syarat necessary terlebih dahulu baru kemudian memenuhi syarat sufficient nya. Jika dari sisi syarat necessary-nya saja sudah tidak terpenuhi, maka menyiasati tantangan dalam berkarier ini akan sulit dilakukan. “Ibaratnya kalau mau narik bendera, pastiin tiangnya sudah ada dulu,” ujar beliau kepada anggota Ikastara yang hadir.

Jika syarat necessary telah terpenuhi namun harapan syarat sufficient nya terpenuhi tidak ada, misalnya tidak mungkin ada endorsement dari atasan, maka sebaiknya kita harus banting setir mencari peluang dan tantangan di tempat lain. “Antri boleh, asalkan antrinya di depan” kelakar bang syarif.

Dalam silaturahmi tersebut Dewan Pengawas Ikastara diwakili oleh Budi Pruwanto (TN2), Komang Adi (TN4), Agus TY (TN5), Sultan (TN11), Sri Gusni (TN15), Intan (TN18), Surya (TN19), dan Hendi (TN19).

IMG-20160212-WA0041

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s