Artikel

Menjaga Cita-Cita Luhur Pendirian SMA Taruna Nusantara

Jakarta, 16 Oktober 2013 – Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) mengadakan acara sarasehan dengan tema “Menjaga Cita-cita Luhur Pendirian SMA Taruna Nusantara” dalam rangka 20 tahun kelulusan Angkatan 2 SMA Taruna Nusantara (SMA TN). Sarasehan ini diadakan untuk mengangkat kembali substansi “Ketentuan Pokok Perguruan Taman Taruna Nusantara” dalam upaya revitalisasi SMA TN sebagai aset bangsa.

Acara sarasehan ini dihadiri oleh founding father SMA TN Jend. TNI (purn.) Try Sutrisno, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc. MA. Ph.D., Gubernur Lemhanas Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Supanji, DEA., Ketua Majelis Luhur Taman Siswa Prof. Dr. Sri Edi Swasono, dan berbagai pemangku kepentingan SMA TN, termasuk perwakilan pamong (guru) dan siswa dari SMA TN.SMA TN didirikan pada tahun 1990 oleh Kementerian Pertahanan dan Keamanan dan Taman Siswa dengan tujuan memberikan sumbangan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan di SMA Taruna Nusantara mengacu pada acuan umum sistem pendidikan nasional yang berpedoman pada kurikulum nasional dengan tambahan wawasan kebangsaan, wawasan kejuangan dan wawasan kebudayaan. Sekolah ini telah meluluskan 21 angkatan dengan jumlah alumni sebanyak 5.952 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan berkiprah di berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik sipil maupun militer.

Namun, dalam perkembangannya, interaksi di antara para pemangku kepentingan yang terkadang tidak sehat, berpotensi merusak tatanan sosial dalam kampus SMA Taruna Nusantara. Permasalahan ini, jika tidak segera ditangani akan memunculkan demotivasi dan disfungsi peran pengasuhan yang pada gilirannya membawa proses pendidikan yang bias dari nilai-nilai luhur pendirian SMA TN.

Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi sistem pengasuhan untuk menjamin berjalannya sistem among dalam penanaman wawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan dan revitalisasi sistem penerimaan siswa untuk menjamin terjaringnya bibit unggul dari seluruh nusantara tanpa ada sekat apapun. Hal ini diperlukan untuk menjaga cita-cita luhur pendirian SMA TN. Berdasarkan hal tersebut, penetapan SMA TN yang merupakan aset bangsa sebagai Sekolah Nasional (Satker Kemdikbud) dengan mempertahankan idealisme founding fathers melalui pelibatan Taman Siswa, Kemhan, dan Alumni menjadi sangat dibutuhkan.


Penulis: Hanif A. Widyanto TN13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s