Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Musyawarah Cabang Ikastara Semarang

Pada hari Sabtu, 2 Juni 2012 Ikastara Semarang memulai pijakan barunya dengan mengadakan Musyawarah Cabang yang bertajuk “Menjadi Babak Baru Ikastara Semarang” di Ruang Seminar LPMP Jawa Tengah. Acara yang dihadiri oleh anggota alumni dengan domisili Semarang dan sekitarnya ini bertujuan untuk menyusun struktur organisasi Ikastara Semarang agar jelas dan terorganisir dalam melaksanakan kegiatan di daerahnya dan memperbaiki kinerja dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, dengan adanya acara ini Ikastara Semarang berharap agar acara ini dapat dijadikan tempat pembelajaran berorganisasi bagi para alumni, terutama bagi yang masih menjadi mahasiswa.

Sebelum acara ini terselenggara, dibentuklah tim  panitia yang bertugas untuk mempersiapkan acara sebaik mungkin agar acara terlaksana dengan lancar dan juga tim ad hoc yang bertugas untuk menyusun materi awal yang akan dibahas lebih lanjut pada musyawarah cabang.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum Ikastara Cabang Semarang Periode 2011-2012 yaitu M. Avicenna Abdul Syukur TN17 dan perwakilan dari PP Ikastara Akhmad Eko Priyono TN3. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Ikastara Cabang Semarang Periode 2011-2012 oleh Avicenna.

Agenda musyawarah cabang ini adalah menyusun tata tertib serta aturan internal yang sesuai untuk diaplikasikan pada Ikastara Semarang. Untuk itu, sebelum pembahasan mengenai penyusunan tata tertib dimulai, panitia memilih tiga orang alumni untuk menjadi pemimpin sidang sementara yang diantaranya adalah Damar Wicaksono TN8, Yogi Permadhi TN15, serta Monalisatika TN18.

Pembahasan tata tertib berlangsung deng an sangat baik dengan indikator sebagian besar alumni terlihat aktif dalam menanggapi pasal-pasal dalam tata tertib tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa alumni yang datang benar-benar berdedikasi tinggi dalam membangun Ikastara yang lebih baik. Setelah pembahasan tata tertib selesai dan disahkan oleh pemimpin siding sementara, acara dilanjutkan dengan pemilihan pemimpin sidang untuk memimpin pembahasan aturan internal. Masing-masing peserta musyawarah diminta untuk mengajukan tiga nama alumni untuk menjadi pemimpin sidang tetap dan akhirnya terpilihlah tiga orang alumni sebagai pemimpin sidang tetap, yaitu Damar Wicaksono TN8, Yanuar Asmara Putra TN18, dan Sarah Dyaanggari Akip TN19.

Sebelum acara selanjutnya, yaitu pembahasan aturan internal dimulai, musyawarah cabang ini kedatangan tamu spesial, yaitu Bapak Bambang Wahyono, Pamong Binjas di SMA Taruna Nusantara (SMA TN)  pada tahun 1991-1999. Beliau berbagi cerita serta perasaannya ketika mengajar bahkan hingga sekarang kepada SMA TN, bahwa beliau merasa SMA TN merupakan  sekolah yang sangat luar biasa. Menurut beliau, sangat jarang sekolah yang memberikan pendidikan tidak hanya pada aspek akademis, tetapi juga kepribadian dan kesemaptaan.

“Sampai saatnya nanti, kita harus mampu mewujudkan cita-cita luhur bangsa” Pak Bambang Wahyono berujar. Begitu kalimat sederhana tapi sungguh mengundang rasa untuk tidak hanya bertekad, tapi benar-benar mewujudkannya. Waktu untuk Pak Bambang berbagi pengalamannya memang sangat terbatas, tetapi beliau telah berhasil meningkatkan semangat peserta musyawarah cabang untuk terus berkarya.

Acara dilanjutkan dengan pembahasan aturan internal yang kini dipimpin oleh ketua sidang tetap. Diskusi kali ini tersendat setelah beberapa poin dibahas karena ternyata materi AD/ART Ikastara Pusat yang menjadi acuan dalam sidang yang dipegang baik oleh pemimpin maupun peserta sidang merupakan versi lama yang belum diperbaharui. Untungnya panitia dapat dengan sigap mengatasi hal ini dengan meminta salah satu pengurus PP Ikastara untuk mengirim versi terbaru dari AD/ART Ikastara Pusat. Hal ini diharapkan tidak lagi tearjadi pada musyawarah cabang selanjutnya pada cabang manapun.  Karena hari yang sudah mulai malam, sidang dilanjutkan  sehingga pada akhirnya terbentuklah Aturan Internal Ikastara Cabang Semarang dan disahkan oleh pemimpin sidang tetap.

Kini musyawarah cabang tiba pada sesi pemilihan Ketua Umum Ikastara Cabang Semarang Periode 2012-2014. Mekanisme yang digunakan dalam pemilihan ketua umum ini adalah masing-masing peserta mengajukan satu buah nama alumni yang menurut mereka dapat mengemban tugas sebagai ketua umum, sehingga terpilihlah Bang Yanuar Asmara Putra (TN18) sebagai Ketua Umum Ikastara Cabang Semarang.  Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Dewan Penasihat dan Tim Formatur dengan mekanisme pemilihan yang sama dengan pemilihan ketua umum. Tim Formatur terdiri dari Ketua Umum Ikastara Cabang Semarang tahun lalu dan yang baru terpilih, yaitu Muhammad Avicenna Abdul Syukur TN17 dan Yanuar Asmara Putra TN18 serta Ibnu Dwi Cahyo TN14, Yogi Permadhi TN15), Theofilus Ardy TN15. Sedangkan Aris Triwiyatno TN1, Jarot Dwi Jaksono TN3, Amar Wicaksono TN8, Ibnu Dwi Cahyo TN14, dan Muhammad Avicenna TN17 terpilih sebagai Dewan Penasehat Pengurus Ikastara Cabang Semarang. Dengan demikian, berakhirlah musyawarah cabang yang dilaksanakan oleh pengurus Ikastara Cabang Semarang, dan kami semua berharap agar hal ini benar-benar menjadi babak baru bagi Ikastara Semarang untuk memperkuat jalinan keorganisasian serta persaudaraan antar anggota Ikastara dan membangun Indonesia yang lebih baik.


Penulis : Sarah Dyanggari Akip TN19

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s