Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Pentingnya ASI Demi Masa Depan Anak

“Mengapa harus ASI?” Pertanyaan ini mengawali Forum Diskusi Ikastara yang bertajuk “Pentingnya ASI Demi Masa Depan Anak”. Diadakan oleh Ikastara bekerjasama dengan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui), acara dipandu oleh Listya Aderina TN13 sebagai moderator yang menemani Irawati, Konselor Ketua Divisi Konseling AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Pusat sebagai pembicara. Forum ini diadakan di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada hari Sabtu, 31 Maret 2012.

Forum yang ditujukan untuk pasangan suami istri ini diadakan untuk mengakomodasi terwujudnya kesadaran akan pentingnya memberikan ASI bagi anak. Tidak hanya untuk Ibu menyusui saja, forum ini juga penting untuk para ayah yang memiliki andil besar dalam merawat bayi (Ayah ASI). Ruang lingkup forum meliputi pengetahuan seputar manfaat Air Susu Ibu (ASI), mengatasi berbagai kendala proses menyusui serta memberikan pengalaman seputar manajemen ASI untuk ibu bekerja.

Selain memberikan paparan mengenai pentingnya ASI, Irawati juga menyajikan komponen standar emas makanan untuk bayi yang meliputi : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) + rawat gabung, ASI eksklusif mulai lahir – 6 bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) lokal + rumahan mulai 6 bulan serta ASI diteruskan sampai 2 tahun/lebih.

Tentang IMD sendiri, ada beberapa tata laksana yang harus dilakukan untuk mensukseskannya, seperti adanya dukungan semua pihak (suami, keluarga, Fasiltas kesehatan dan tenaga kesehatan), Ibu & bayi dalam keadaan stabil (tidak ada kegawatdaruratan), minimal diberikan selama 1 jam, termasuk Rawat Gabung antara Ibu dan bayinya.

Pemahaman tentang ASI Ekslusif (ASIx) adalah suatu kondisi dimana bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim hingga usianya 6 bulan.  Setelah 6 bulan bayi mulai diberi MPASI berkualitas, sedangkan ASI dapat diberikan sampai usia 2 tahun/ lebih.

Dalam pembahasan tentang MPASI, dikemukakan bahwa gizi seimbang adalah faktor penting dalam penyusunan menunya. Sebaiknya merupakan makanan buatan keluarga (homemade), terdiri dari bahan lokal dan tentunya adekuat (memenuhi syarat dan memadai).  Sesuai namanya, yaitu Makanan Pendamping ASI, maka sifatnya bukan utama. Sampai dengan usia 1 tahun, ASI tetap menjadi prioritas asupan untuk bayi.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan pemberian ASI ini minimal 1 tahun. Sedangkan World Health Organization (WHO) merekomendasikan ASI diberikan hingga anak mencapai usia 2 tahun/lebih. Kenapa demikian? Karena dapat memenuhi nutrisi untuk anak hingga 30% dan menyebabkan kandungan antibody pada tubuh anak akan meningkat.

WHO & United Nations Children’s Fund (UNICEF) merekomendasikan bayi diberikan ASIx selama 6 bulan pertama. Kemudian setelah 6 bulan, diberikan MPASI yang berkualitas dan ASI diteruskan sampai 2 tahun atau lebih, sesuai keinginan ibu & bayi.

Sedangkan AAP merekomendasikan bayi diberikan ASIx selama 6 bulan pertama dan ASI diteruskan sampai minimal anak berusia 1 tahun, serta tidak ada batasan sampai kapan ASI tetap diberikan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama WHO dan UNICEF mengeluarkan rekomendasi bersama tentang hal ini, yaitu ASI saja atau ASIX mulai lahir sampai usia 6 bulan, MPASI mulai usia 6 bulan dan ASI diteruskan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

Terkait dengan hak ibu bekerja untuk menyusui, dalam berbagai kesempatan, banyak pihak telah menyatakan rekomendasinya, yaitu :

a.  Konvensi Hak Anak (diratifikasi dengan Keppres 36/1990) : Implementasi dari Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) khususnya pasal 6 dan pasal 24 (2.a, 2.c), yaitu tentang upaya pemberian makanan yang terbaik, bergizi serta pengasuhan yang optimal menjadi dasar bahwa Ibu bekerja dapat tetap menyusui anaknya

b. Konvensi International Labour Organization (ILO) : (Maternity Protection Convention No. 183 & 191) Wanita berhak untuk mendapatkan waktu istirahat (lebih dari sekali sehari), ataupun memperoleh pengurangan jam kerja (yang tetap digaji) untuk menyusui anaknya – atau memerah/memompa ASI.

c. UU no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juga memuat pada pasal 83 bahwa Pekerja wanita yang anaknya masih menyusui berhak atas kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.

Dan masih banyak hal lain yang bisa menjadi acuan untuk pemberian hak kepada ibu bekerja yang masih menyusui anaknya.

Banyak pertanyaan yang muncul terkait ASI ini, seperti metode penyimpanan ASI Perah (ASIP) manajemen ASI dan lain-lain. Terutama dari keluarga muda Ikastara yang memang sangat peduli tentang pemberian ASI ini.

Setelah sesi tanyajawab dan diskusi selesai, PP Ikastara yang diwakili oleh Sekjen PP Ikastara, Priscillia Mantiri TN7, (yang hadir bersama putranya, Sebastian) memberi kenang-kenangan kepada Irawati selaku pembicara.

 

1 thought on “Pentingnya ASI Demi Masa Depan Anak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s