Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Sinergi Awal Tahun Ikastara Business Club

“Business opportunities are like buses, there’s always another one coming.”
– Richard Branson, pendiri Virgin Enterprises.

Ya, kesempatan untuk berbisnis tidak akan pernah ada habisnya. Seorang yang memiliki jiwa entrepreneur selalu dapat melihat peluang dalam berbagai kesempatan. Hal yang tak kalah pentingnya juga adalah inovasi dan semangat pantang menyerah. Jiwa ini lah yang menjadi semangat para entrepreneur Ikastara dalam wadah IBC (Ikastara Business Club). Meski sempat vakum untuk beberapa lama, namun tak menyurutkan niat IBC untuk me-recharge kembali semangat wirausahanya untuk Ikastara.

Kamis, 26 Januari 2012, para wirausahawan Ikastara yang juga penggiat IBC kembali berkumpul untuk merumuskan kembali program-program kerja IBC dalam waktu dekat. Pertemuan yang diadakan di Restoran Es Teler 77 Adityawarman, Jakarta, ini berlangsung cukup santai dengan hidangan makan malam khas Es Teler 77. Selayaknya siswa SMA TN, acara dimulai pukul 19.30 dengan laporan khas SMATN.

Acara dimulai dengan sambutan dari Jaka Wiradisuria TN11, Ketua IBC. Bang Jaka me-refresh kembali memori para peserta dengan menceritakan kembali “what our aim” dan “what we have done”. Diskusi selanjutnya berlangsung dua arah dengan topic “apa yang kita butuhkan dari IBC”.

Jakarespati TN11 dalam sharing session IBC

“Mayoritas dari angkatan saya sedang kuliah tapi sudah ada beberapa orang yang start up bisnis,” ucap Renard Widarto TN16, Ketua IBC Bandung. Suara Renard memulai diskusi hangat yang mengalir antar peserta yang hadir. Hampir dari semua perwakilan angkatan menyampaikan masukannya untuk organisasi IBC ke depannya. Dari diskusi yang berlangsung, dapat disimpulkan bahwa wirausahawan Ikastara dapat dikelompokkan menjadi dua: mereka yang masih dalam tahap start-up bisnis dan mereka yang berada dalam tahap growing up bisnis.

Dari kesimpulan tersebut, maka dirumuskan bahwa segala macam dan diskusi IBC ke depannya akan difokuskan pada dua hal tersebut. Topiknya kemudian akan disesuaikan dengan kebutuhan alumni pada saat tertentu. Tidak hanya di IBC Pusat saja, perwakilan IBC cabang pun menyatakan siap untuk mengadopsi dan menyesuaikan topik untuk kegiatan di cabang masing-masing. Bentuk kegiatannya tidak jauh berbeda dengan yang sudah pernah dilakukkan IBC sebelumnya, seperti seminar dan workshop.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam itu akhirnya ditutup oleh Jaka dengan membacakan hasil kesimpulan diskusi. Setelah diskusi ditutup tidak lantas semua peserta pulang, banyak dari peserta yang masih tetap di tempat sembari melanjutkan diskusi ringan mengenai SMATN, Ikastara, maupun bisnis yang sedang ia jalankan.


Penulis : Dhani Yudhasmoro TN17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s