Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Berkunjung ke Masa Depan ala Calon Insinyur Ikastara

Kegiatan Sinergi Mahasiswa dan Praktisi (atau disingkat SMP) adalah kegiatan Ikastara yang sudah dilakukan sejak tahun 2008. Dulu kegiatan ini lebih dikenal dengan nama Students Meet Practitioners. Kegiatan ini mempertemukan adik-adik alumni yang masih mahasiswa di satu bidang tertentu dengan abang dan kakaknya yang sudah berprofesi di bidang tersebut. Tujuan utamanya jelas yaitu memberi gambaran bagi para mahasiswa tentang dunia kerja dan segala atributnya sekaligus mempererat tali silaturahim antar anggota Ikastara.


Untuk kesempatan pertama di kepengurusan PP Ikastara periode 2011-2014, kegiatan SMP, yang merupakan program Divisi Dukungan Studi dilaksanakan bekerjasama dengan Ikastara Cabang Bandung, mengambil tema “We are Engineers.” Dari temanya sudah terlihat bahwa sasaran peserta acara ini adalah anggota Ikastara yang merupakan mahasiswa-mahasiswa jurusan teknik dan sains. Tempat acara dipilih di sebuah komplek villa berudara sejuk bernama Villa Istana Bunga di daerah Lembang, Bandung.

Hari Sabtu tanggal 12 November 2012 pukul 10.00, panitia dan beberapa peserta mulai terlihat berdatangan. Pada pukul 12.30, sebelum pembukaan, pembicara dan peserta yang sudah hadir dipersilakan makan siang. Acara makan siang ini spesial karena makanannya dimasak sendiri oleh adik-adik alumni putri anggota Ikastara Bandung! Menu nasi, soto ayam, dan sate telur puyuh dengan cepat menghilang dari meja makan.

Pukul 13.30 akhirnya acara dibuka secara resmi. Dengan dipandu pendahuluan oleh Kak Hertin TN7, Bang Maundri TN16 sebagai Ketua Ikastara Cabang Bandung menyampaikan sambutannya dengan mengajak semua rekan dan adik-adiknya untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari abang dan kakak yang akan menjadi pembicara. Berikutnya, Ketua Umum Ikastara, Bang Deddi Nordiawan TN4 membuka acara secara resmi sambil tidak lupa berpesan pada adik-adik mahasiswa untuk selalu bersikap ilmiah, menikmati hidup, dan mencari jodoh, hehehe…

Sesi 1 pun dimulai dengan pembicara Bang Iman KR TN3 dan Kak Amelia Tetriana TN7. Kak Amel yang lulusan arsitektur ITB memaparkan kisahnya sebagai seorang arsitek dan juga pengusaha. Dalam pemaparannya, ia berpesan bahwa ilmu saat kuliah memang perlu, tapi sikap mental, attitude, dan komitmen untuk kerja keras itu yang penting. Sedang bang Iman, lulusan penerbangan ITB yang bekerja di Lion Air, dengan gaya kocaknya berhasil mengocok perut adik peserta melalui presentasinya yang penuh humor tapi sangat berisi. Salah satu renungan yang diberikan Bang Iman adalah quote ini : “Kuliah itu kendaraan, pengalaman itu kemudinya, kebijaksanaan itu pengendaranya”. Sesi ini ditutup dengan penyerahan cinderamata pada pembicara. Uniknya, cinderamata ini berupa gambar karikatur diri pembicara yang disiapkan oleh panitia secara diam-diam, wah semoga jadi surprise yang menyenangkan.

Pada sesi kedua, hadir 3 pembicara. Dua orang diantaranya, Bang Adhitya Herdiono TN5 dan Bang Maruly Fadila Situmeang TN6, adalah perwakilan dari praktisi di bidang manufaktur. Keduanya adalah lulusan teknik mesin (Bang Adhit dari UI dan Bang Maruly dari NUS). Sedang pembicara ketiga adalah Kak Wulan Asty TN8, engineer lulusan teknik industri ITB yang pernah bekerja sebagai jurnalis dan market researcher di AC Nielsen. Bang Adhit dan Bang Ruly memaparkan secara terstruktur tentang seluk beluk dunia pabrik. Dari penjelasannya yang detil, terlihat sekali kalau kedua abang ini sangat berpengalaman dan akrab dengan dunia pabrik. Terbayanglah, posisi-posisi apa saja yang bisa ditekuni oleh seorang insinyur di bidang manufaktur. Sedangkan Kak Wulan, memaparkan melalui slide yang sangat menarik tentang opsi dan pertimbangan kelanjutan studi serta survival guides atau tips-tips agar bertahan di dunia kerja.

Setelah 2 sesi, peserta yang datang semakin banyak dan semua masih tetap semangat mengikuti acara. Akhirnya, diputuskan untuk menunda break dan dilanjutkanlah acara dengan sesi ketiga yang diisi oleh Bang Agung Wicaksono TN3. Abang bergelar doktor ini tampil dengan penuh wibawa tapi diselingi humor. Beliau memaparkan tentang peran engineer di berbagai aspek kehidupan. Katanya “apapun profesi Anda, bermaknalah bagi manusia”. Adik-adik peserta terlihat mengangguk-ngangguk termotivasi dengan abang yang kharismatik ini.

Setelah break shalat ashar, acara masih dilanjutkan dengan sesi ke-4. Sambil menyantap ubi-jagung saus fla yang disiapkan oleh adik-adik panitia putri, peserta diajak melihat kehidupan engineer yang berkarier sebagai akademisi. Sesi ini diisi oleh Bang Alexander Pratomo TN1 dan Bang Hargyo Tri Nugroho TN7. Bang Alec, yang seorang trainer berskala internasional, bercerita tentang pekerjaannya yang sering mengharuskannya keliling dunia. Beliau juga memberikan beberapa pesan terkait profesi pengajar. Menurut beliau menjadi pengajar itu syaratnya 3 yaitu : (1) harus tahan banting, (2) punya karakter mengajar, dan (3) membuat yang kompleks jadi simpel. Rasanya tidak ada yang bisa tidak setuju dengan pernyataan ini. Dalam kesempatan kedua di sesi ini, Bang Hargyo bicara tentang pilihan hidupnya sebagai dosen. Abang yang sekarang mengajar di Universitas Multimedia Nusantara Serpong ini mengatakan menjadi dosen adalah pengabdian. Prinsip hidupnya luar biasa “jangan hidup untuk uang, tapi inginkanlah uang untuk hidup”. Beliau juga menambahkan agar jangan terpikir jadi dosen jika akan menjadikan profesi itu sebagai pelarian atau tidak suka belajar tentang hal baru.

Pukul 17.30 sesi keempat berakhir dan peserta dapat kesempatan untuk kegiatan bebas. Semua berjanji akan kumpul kembali di ruangan pada pukul 19.00 untuk makan malam dan kegiatan games. Acara keakraban malam ini sangat seru, kocak, dan pastinya tidak akan dilupakan oleh para peserta. Ada games yang membuat acara tersebut benar-benar heboh, yaitu Adu Gombal. Pesertanya diharuskan merayu dengan gombalan-gombalan mereka. Peserta yang ikut adalah Bang Praba, Bang Maundri, Dimas ade, Ferdy, dan Yosandi sedangkan yang beruntung untuk dirayu adalah Sylvania dan Desi. Setelah mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya, keluarlah dua raja gombal, yaitu Dimas Ade dan Ferdy yang mendapat hadiah berupa pulsa. Sylvania dan Desi yang berani menjawab gombalan abangnya juga diberi hadiah pulsa. Acara dilanjutkan dengan nonton bareng film-film TN yang kocak buatan adek-adek TN 18 dan TN 19. Suasana kekeluargaan, tawa, dan canda terus bersama seluruh peserta hingga hampir pukul 23.00 dan peserta pun beristirahat.

Keesokan harinya, udara dingin menusuk tulang tidak menghalangi peserta untuk jalan-jalan dan berolahraga di sekitar villa. Panitia menyediakan 2 villa untuk kegiatan ini, satu villa digunakan untuk acara, tempat tidur pembicara, dan ruang shalat, sedangkan villa kedua dipakai untuk tempat tidur peserta dan dapur penyiapan konsumsi.

Setelah mandi dan sarapan nasi kuning, acara dilanjutkan dengan sesi 5 bertopik oil & gas, yang diisi oleh Bang Jufenilamora TN5, Bang Widi Arianto TN7, Bang Afif Amrulloh TN10, dan Bang Adhitya Syarif TN13. Presentasi di sesi ini dilengkapi dengan gambar-gambar dari field minyak yang semakin memberi gambaran pada peserta tentang situasi yang harus dihadapi oleh orang-orang yang berprofesi di bidang ini. Bang Jufen menyebutkan “Kalau mau kerja di bidang (oil & gas) ini, miliki kekuatan hati nurani, kenapaaa?? Karena godaannya besar.”

Sesi 6 yang merupakan sesi penutup bertopik technopreuneur atau kewirausahaan di bidang teknik. Abang-abang pengusaha yang sudah hadir adalah Bang Kwarta TN4, Bang Yudhi Kustiarno TN4, Bang Ismal Zeva TN7 dan Bang Rahmat Izwan TN13. Ada tambahan juga dari pembicara dadakan Bang David Ratadhi TN3. Sessi ini dipandu langsung oleh Bang Deddi, yang juga seorang pengusaha, dan berlangsung seru. Sambil menikmati pisang goreng dan bubur kacang ijo, peserta diajak mendengar kisah-kisah khas pengusaha. Ada cerita tentang paradigma orangtua tentang berwirausaha, pertanyaan klasik tentang modal, networking, dll. Semua dibahas dengan penuh antusias oleh para pengusaha-pengusaha Ikastara ini.

Sesi ke-6 berakhir pukul 12.30, menandakan seluruh pembicara telah menyampaikan materinya. Peserta terlihat puas dengan “pelajaran-pelajaran hidup” yang didapatkan dari kegiatan 2 hari tersebut. Mereka telah diajak “berkunjung” ke masa depan melalui sharing yang disampaikan oleh abang dan kakak pembicara.

Acara ditutup dengan laporan akhir dari Ketua Divisi Dukungan Studi PP Ikastara (Kak Hertin TN7) sebagai penanggung jawab kegiatan. Kakak ini menyampaikan terima kasih pada kurang lebih 80 peserta yang hadir, pada panitia dari pusat dan lokal, juga kepada para sponsor dan donatur. Bang Deddi Nordiawan pun menutup acara secara resmi dan seluruh yang hadir menyanyikan lagu Hymne Alumni. Setelah foto bersama dan makan siang, peserta pun kembali ke rumah masing-masing dengan banyak ilmu baru. Seluruh peserta mengaku sangat puas dan berkata kalau acara ini sangat bermanfaat untuk membuka wawasan mengenai dunia kerja. Terima Kasih Ikastara!


Penulis : Ayuningtyas Hertianti TN7 & Valid Hasyimi TN17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s