Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Tapak Awal Sinergi Keluarga Besar Taruna Nusantara

“Gairah kami untuk berkarya sedang membuncah, maka sinergi kita semua menjadi pilihan tak terhindarkan…”

Demikian ditegaskan oleh Deddi Nordiawan (TN4), Ketua Umum PP Ikastara ketika memberikan sambutan dalam Forum Silaturahmi Ikastara pada hari Sabtu 1 Oktober 2011. Acara yang bertempat di Restoran Sari Kuring SCBD Jakarta tersebut, selain dihadiri perwakilan Alumni dari beberapa profesi, juga mengundang Kepala SMA TN, Kepala LPTTN, Komite Sekolah dan perwakilan Orang Tua Alumni.

Foto Bersama

Sejak pukul 10 WIB, para tamu undangan mulai sudah mulai mengisi ruangan VIP Sari Kuring. Pada pukul 11.10, acara dibuka oleh MC David Ratadhi (TN3) yang memaparkan dengan semangat mengenai pentingnya sinergi alumni dengan berbagai pemangku kepentingan SMA TN termasuk orang tua.

Pemaparan pertama dimulai oleh Ketua Umum Ikastara yang menjelaskan mengenai peta persebaran dan pemetaan profesi alumni di berbagai bidang, baik sipil maupun militer. Anggota Ikastara yang saat ini berjumlah lebih dari dari 5300 orang memiliki potensi yang luar biasa, dan PP Ikastara terus mendukung terwujudnya jejaring dan sinergi antar alumni demi kepentingan bersama. Pemaparan ini juga didukung oleh perwakilan beberapa profesi, antara lain dr. Herbert Situmorang SpOG (TN2) wakil profesi bidang kesehatan, Andy Arvianto (TN6) sebagai wakil profesi bidang Energi (Migas), Tribuana Wetangterah (TN1) sebagai wakil profesi bidang keuangan negara dan Alexandra Ryan (TN3) mewakili para banker.

Deddi Nordiawan kemudian menjelaskan mengenai keinginan yang menguat dari alumni untuk memberikan kontribusi bagi almamater tercinta SMA Taruna Nusantara. Selain itu, Ikastara juga mulai merapatkan barisan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan Ikastara Berkarya. Beliau juga menjelaskan mengenai tantangan yang dihadapi dalam melakukan sinergi berbagai kluster pergerakan alumni. Oleh karena itu, sinergi antara alumni, LPTTN, SMA TN, dan orang tua sebagai keluarga besar SMA TN perlu segera diwujudkan.

Acara dilanjutkan dengan beberapa pemaparan dan masukan dari pihak LPTTN, SMA TN, dan orang tua alumni/siswa. Laksda TNI (Purn) Hussein Ibrahim, MBA yang juga orang tua dari Hani Syarief (TN5) menegaskan mengenai cita-cita pendirian SMA TN untuk dapat menghasilkan kader-kader masa depan bangsa yang memiliki konsep kebangsaan yang baik dan kuat. Ikastara juga didorong untuk membuat tulisan berskala nasional untuk menggugah kesadaran bangsa.

Ketua LPTTN Laksamana Muda TNI (Purn) Yuwendy melanjutkan diskusi yang semakin hangat dengan menjelaskan mengenai kilas balik berdirinya SMA TN yang merupakan buah ide dan usaha dari Jenderal (Purn) Leonardus Benjamin Moerdani (alm). Saat itu, Benny Murdani melontarkan wacana pendirian “museum hidup” kepada kepala staf ABRI saat itu untuk mencegah degradasi nilai Kejuangan, Kebangsaan, dan Kebudayaan. Pak Yuwendy kemudian menjelaskan mengenai berbagai upaya yang saat ini beliau lakukan mempertahankan nilai-nilai tersebut, terutama nilai Pancasila yang memiliki peran penting bagi bangsa ini. Mayor Jenderal TNI (Purn) Raja Kami Sembiring Meliala sebagai orang tua alumni (Rania Ruth TN13) yang juga merupakan mantan Ketua Komite Sekolah periode 2003-2005 kemudian menjelaskan mengenai pentingnya pelestarian nilai-nilai SMA TN yang akan memastikan kualitas input siswa.

Sesi pemaparan resmi ditutup dengan pengarahan dari Kepala SMA TN Brigjen TNI (Purn) Bambang Sumaryanto, SE., MM yang juga orang tua alumni (Adityantari TN17). Beliau menekankan bahwa Kepala SMA TN tidak cukup hanya “berpangkat jenderal” namun juga perlu mengikuti berbagai program Diklat Kepala Sekolah yang formal. Saat ini disinyalir telah terjadi berbagai pembiasan atas tegaknya nilai-nilai SMA TN serta pembiaran atas berbagai pelanggaran yang terjadi. Oleh karena itu, kepala sekolah berkomitmen untuk memperbaiki hal tersebut termasuk meningkatkan motivasi pamong untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas sekolah.

Setelah sesi makan siang, acara tetap hangat dengan sharing oleh beberapa orang tua siswa yang hadir. Ibu Yuli Kaunang (ibunda Mecko Kaunang TN15), Pak Tri Agus (ayah Arif Adriyanto TN17) dan Pak Yoestiono (ayah Vanessa TN18) secara bergantian menyampaikan concern dan harapan masing-masing. Sharing ditutup dengan pemaparan yang sangat inspiratif dari Istri Kepala Sekolah yang juga seorang psikolog mengenai pentingnya pendidikan berbasis karakter bagi siswa SMA Taruna Nusantara.

Hari yang penuh dengan sharing ide, gagasan, pengalaman, dan harapan mengenai keberlangsungan almamater itu pun berakhir dengan sesi foto bersama. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi awal dari sinergi antar pemangku kepentingan SMA Taruna Nusantara demi terwujudnya karya Ikastara untuk masyarakat, bangsa, negara dan dunia.

 

Hanif Adinugroho Widyanto (TN13)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s