Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Penyambutan TN19 & Halal Bihalal Ikastara UI

Kurang dari 15 menit saya berkendara bersama beberapa orang adik angkatan 19 menuju restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk di Jl. Margonda Raya, Rabu sore itu. Sesampainya di ruangan khusus yang telah dipesan di lantai 2, ternyata telah dipenuhi oleh sejumlah abang, kakak, rekan dan adik alumni SMA Taruna Nusantara. Kontan rombongan kami yang baru datang―dan masih banyak lagi yang datang nantinya―harus menggotong kursi masing-masing ke dalam ruangan tadi. Menilik pada daftar presensi, ternyata sudah hampir 70 orang anggota keluarga Ikastara UI yang hadir dengan sebaran dari abang angkatan 3 sampai yang termuda dari angkatan 19.

Acara diawali dengan penjelasan tentang Divisi Dukungan Studi PP Ikastara Oleh Kak Hertin (TN7) sekaligus menyaring aspirasi tentang tema-tema yang diinginkan oleh adik-adik mahasiswa untuk kegiatan divisi ini di 3 tahun ke depan. Selanjutnya, Bang Deddi Nordiawan selaku Ketua Umum Ikastara sekaligus salah seorang lulusan FEUI memulai kata sambutan dengan memberikan presentasi singkat mengapa kita harus solid di Ikastara. Pada kesempatan itu, suasana sempat hening saat Bang Deddi memimpin doa bersama yang dikhususkan untuk rekan Muhammad Tegar Ikhwani TN17, anggota Ikastara UI yang wafat karena kecelakaan tepat sebulan lalu.

Setelah break shalat maghrib, makan malam yang telah dinanti-natikan (terutama oleh mahasiswa) pun datang. Suasana menjadi lebih cair, menyusul kombinasi meja makan beranggotakan enam orang lintas angkatan khas SMA, dengan sedikit pengecualian kali ini juga lintas gender. Diawali dengan ritus kecil rangkaian doa dan pengucapan ‘Selamat makan!” berjamaah, atmosfir kekeluargaan terasa begitu kental. Setiap meja heboh dengan nostalgia masing-masing; dari berbagai rumor ke humor.

Selain menjadi ajang bersilaturahmi dan berbagi pengalaman, agenda utama lainnya adalah untuk menyambut anggota baru dari angkatan termuda Ikastara UI, yaitu Angkatan 19. Acara perkenalan dimulai dengan beberapa abang dan kakak yang baru saja lulus pada tahun ini, dan dari tahun-tahun yang jauh sebelumnya, di depan ruangan. Canda jumawa tidak hanya berkoar dari antusiasme adik-adik setiap kali angkatan yang lebih senior memperkenalkan almamater fakultas masing-masing, tetapi juga ketika mereka yang masih mahasiswa memperkenalkan diri. Perkenalan Angkatan 16 dipimpin oleh Kak Afin Afini, Angkatan 17 oleh Dhani Yudhasmoro, Angkatan 18 oleh Yosua Nadapdap, sementara angkatan terbungsu memperkenalkan diri masing-masing satu per satu. Dari total 16 orang, 14 di antara mereka sempat hadir dalam acara yang dikoordinir oleh Divisi Dukungan Studi PP Ikastara tersebut.

Menyusul kemudian sesi berbagi cerita, kiat, nasehat, wejangan, hingga motivasi dari para ‘sesepuh’: Bang Achmad Edi Priyono (Aep) TN3, Bang Yori TN3, Bang Alexandra Ryan TN3, Bang Yudhi Prasetyo TN4, Kakak kembar Hertin & Herlin TN7, Bang Muhammad Priangga TN8, Bang Sang Arifianto TN10, Bang Bayu Megantoro (Bawied) TN12,Kak Diana Riasari TN15, Kak Sri Gusni TN15, dan masih banyak lagi.

Pada sesi ini, kak Sri Gusni berbagi cerita kehidupannya sebagai mahasiswa yang juga aktif di organisasi. Saat disebut aktivis, sang kakak bilang ia lebih senang disebut sebagai aktivis kehidupan.. mantap! Kak Herlin, Bang Angga dan Bang Sang yang berprofesi sebagai dokter dan dokter gigi berbagi tips kehidupan kampus UI Salemba. Bang Aep menekankan tentang pentingnya mempertahankan disiplin ala TN walaupun sudah tidak di TN, bang Yudhi mendorong untuk menggunakan fasilitas UI yang luar biasa, kak Hertin mengingatkan tentang penyusunan prioritas, Kak Diana meminta untuk cepat adaptasi, dan  Bang Bawied yang berprofesi di bagian HRD membagi tips singkat tentang bagaimana menyiapkan diri bekerja sejak dari mahasiswa. Sangat bervariasi sekaligus menginspirasi.

Sesi ini ditutup dengan sharing berharga dari Bang Alexandra Ryan yang baru saja diwisuda dari MMUI dengan IPK 4,0. Dari sharing ini terungkaplah bahwa mendapat IPK 4,0 mungkin tapi memang tidak bisa simsalabim. Bang Alex mengatakan beliau tidak pernah bolos kuliah untuk hal yang tidak penting, selalu berusaha membagi waktu dengan disiplin, dan memperhatikan semua komponen penilaian dan mengerjakannya dengan maksimal.

Lewat pukul 9 malam acara ditutup namun hiruk pikuk masih berlanjut. Celoteh, tawa, dan blitz kamera menghiasi ruangan yang penuh sesak.  Sesi foto per angkatan, per fakultas, dll tidak bisa dihindarkan.  Kami yang masih duduk di sana-sini pun akhirnya kalah dengan tatapan memelas pengelola rumah makan pada pukul 10. Keakraban ini sangat khas Ikastara, we are just never get enough time for nostalgia…

Rendra Sebastian Delano (TN-17)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s