Kekerabatan dan Sinergi Alumni

Buka Puasa Bersama 2011: From Ikastara with Love

Buka bersama Ikastara & keluarga besar alumni SMA Taruna Nusantara kali ini, di tahun 2011, terasa istimewa. Ikastara yang biasanya hanya mengundang kalangan internal alumni, kali ini mengundang beberapa orang tua alumni yang berdomisili di Jakarta. Sudah cukup? Belum. Istimewanya karena Ikastara memiliki tamu spesial, yaitu para anak-anak jalanan yang sehari-harinya beraktivitas di sekitar daerah Kota Tua, Jakarta Pusat.

Divisi Kekerabatan bekerjasama dengan Divisi Sosial Kemasyarakatan, diberi amanah oleh PP Ikastara sebagai pelaksana kegiatan ini. Dimotori oleh para personilnya yaitu Gamma, Bawied, Lizta, Sri dan Listya, tim ini bahu membahu mempersiapkan acara ini sebaik mungkin.

Penentuan lokasi di Museum Bank Mandiri yang berada di area Kota Tua, Jakarta Pusat, lebih dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi dan mobilisasi para anak jalanan tersebut. Pemesanan makanan sebagai logistik konsumsi buka bersama ini juga dilakukan secermat mungkin, terutama terkait dengan pemilihan menu dan model penyajian. Tim juga berkeliling dari pasar ke pasar membeli paket bingkisan untuk para anak jalanan beserta para pembimbingnya.

Hari yang dinanti pun tiba. Satu persatu alumni pun berdatangan. Tak kenal umur, tua muda besar kecil langsung cair menyatu dalam suasana kekeluargaan khas Ikastara. Bersamaan dengan hadirnya sang tamu istimewa, para anak jalanan beserta para pembimbingnya dan beberapa orangtua dari mereka.

Acara dibuka oleh duet MC handal, Listya dan Aditya, dengan perkenalan dan games-games ringan yang mengundang para anak jalanan tersebut berinteraksi secara aktif. Tentu saja disertai dengan doorprize untuk memeriahkan suasana. Antusiasme mereka terlihat jelas, terutama dalam mengikuti games ini. Tingkah laku mereka khas anak-anak. Penuh energi. Ceria. Tak kenal takut. Penuh rasa ingin tahu.
Namun memang ada hal yang menonjol selain keceriaan mereka ini. Mereka, seperti halnya anak-anak lain, selalu butuh kasih sayang. Beberapa dari mereka terlihat merapat ke para alumni. Bercerita dan berdialog entah apa saja. Berusaha menarik perhatian para alumni untuk berbagi kehangatan dalam suasana kekeluargaan. Sesuatu yang mungkin tak lengkap dalam kehidupan keseharian mereka.
Sungguh tak mudah menjadi mereka, di usia yang masih belia, dengan segala keterbatasan yang ada, mereka sudah harus menjadi mandiri.

Mereka anak-anak yang istimewa yang “dititipkan” oleh Sang Pencipta pada orang yang istimewa juga. Tidak semua orang diberi “keistimewaan” untuk dapat memberikan kasih sayang dan perhatian kepada mereka.

Kembali ke acara, ketika waktu Maghrib tiba, suara adzan berkumandang merdu di seantero ruangan aula Museum Bank Mandiri tersebut. Para alumni putri dengan cekatan membagikan ta’jil kepada para hadirin yang dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah di musholla Museum Bank Mandiri.

Selanjutnya, acara makan malam bersama berjalan dengan khidmat. Suasana Aula Museum Bank Mandiri terasa hening, hanya sesekali terdengar beberapa peserta berdialog sambil menghabiskan makanannya.
Oh iya, ngomong-ngomong tentang peserta dan makanan, ada cerita unik di sini. Sejak awal panitia telah mengumumkan bahwa alumni yang berminat hadir harus mengkonfirmasi keikutsertaannya agar panitia dapat menyesuaikan dengan jumlah konsumsi yang dipesan. Tapi ternyata, animo alumni untuk hadir sungguh luar biasa. Tercatat alumni yang hadir lebih dua kali lipat dari yang mendaftar. Tentu saja tidak mencukupi dari segi pengadaan konsumsi, sehingga panitia harus mengambil keputusan cepat untuk menambah jumlah konsumsi yang disediakan. Alhamdulillah, sebelum adzan Maghrib, masalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Ketua Umum Ikastara, Deddi Nordiawan. Deddi bercerita tentang struktur, rencana kerja dan perkembangan Ikastara kepada para alumni yang hadir, disertai dengan diskusi dua arah. Alumni sulung, Tribuana, tak mau ketinggalan memberikan nasihat dan masukan kepada para adiknya yang disimak penuh perhatian oleh para peserta dengan rasa respek yang mendalam.

Perwakilan orang tua alumni yang hadir, Bapak Mulya Santana, ayah Idzni, menyampaikan rasa kagumnya atas silaturahim yang terjalin dengan erat di Ikastara. Pesan beliau agar alumni SMA TN harus mampu mempertahankan ikatan persaudaraan ini dan menjadikannya sebagai silaturahim yang bernilai tambah, bukan sekedar kumpul-kumpul saja.

Tak terasa, lima jam hampir berlalu. Memang, salah satu tipikal khas Ikastara ini, setiap ada silaturahim, waktu seperti tak terasa berlalu. Walau memang harus diakhiri karena hari sudah semakin malam.
Di penghujung acara, Andhyka membaca doa dengan gaya dan bahasanya yang khas sebagai seorang trainer dan motivator handal, penuh kharisma, membawa para peserta pada sebuah renungan tentang arti sebuah doa yang lebih mendalam serta kebersamaan sebagai keluarga besar.

Sebelum acara ditutup, Gamma memimpin lagu Hymne Alumni yang dinyanyikan oleh seluruh peserta yang membahana memecah keheningan malam di Aula Museum Bank Mandiri tersebut. Lagu yang mengingatkan para peserta tentang janji setiap alumni untuk memberikan karya terbaiknya dimanapun berada.

Terimakasih atas suasana penuh cinta dan kehangatan yang telah Ikastara bagi bersama keluarga besarnya yang sungguh menakjubkan. Sungguh tiada nuansa kekeluargaan yang terjalin sedemikian erat seperti ini di belahan dunia manapun. Kami hanya bisa bilang, ini from Ikastara with Love.

Gamma Quieto Riantori (TN-8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s